Sabtu, 18 Mei 2013

PENSI SPENMADA 2K13

Hi, semua fansku. aku tau, kalian begitu merindukanku kan ? okay okay, jangan bersedih, aku sudah kembali. wk.

Tadi siang, tepatnya tanggal 18 Mei 2013, sekolahku tersayang (SPENMADA), habis ngadain pensi. KYA KYAAAA. dan ya layaknya pensi biasanya lah, banyak yg ditampilin mulai dari nyanyi, ngedance, sampek flashmob. kurang keren apalagi coba ?

Salah satu yang membikin pensi ini semakin meriah itu ya gara-gara 2 MC yang sangat koplak. Sebenernya MCnya ada 3 keknya, tapi entah kenapa suara MC yang satunya ketelen sama 2 MC ini. mau tau siapa MC ? cih, bayar dulu kalo mau tau. haha. nama MCnya itu Mirza Gustavida dari kelasku, 9-6, sama Isna dari kelas 9-1. wk, waktu di atas panggung itu, mereka kayak ngobrol gitulah sama audience nya, terus mereka agak-agak curcol-curcol gitu tiap ada lagu galau yang ditampilin. Nah, ininih yang bikin suasana pensinya enggak terlalu garing.

Habis bahas MCnya, sekarang bahas penampilannya ya. Sejauh ini, penampilan yang menurutku paling the best dan kompak itu dari adek-adek kelas 8-1. yah, kelasku juga bagus sih, tapi entah kenapa Flashmob dari Adek-adek kelas 8-1 ini lebih heboh dan bisa bikin suasana yang awalnya mulai menggaring ini jadi meriah lagi. prok prok /sobs/. Untuk penampilan dari kelas 9-6 ini KEREN LAH ! Lagu yang kelasku bawain itu the only Exception & decode dari Paramore. meskipun tampil terakhir sendiri, dimana penontonnya udah males liat lantaran capek dan segala macemnya, tapi kelas 9-6 bisa bikin pensi enjoy lagi. duh, kelas ku tercinta lah btw=)) pokoknya inti dari semua penampilan di pensi, menurutku yang paling best of the best itu ya cuma 8-1 sama 9-6. prok prok !!! tapi bukan bearti yang lainnya jelek, semua bagus tapi yang paling bagus udha aku sebutin tadi :)

Di setiap Pensi pasti ada yang namanya bazar kan yaa ? nah, bazarnya tadi kayaknya rame deh. pas aku mau beli minuman yang warna pink-pink gitu, eh ternyata udah habis. tinggal yang warna kuning. mau enggak mau deh, akhirnya aku beli yang warna kuning, padahal udah ngebet banget. selain minuman tadi, aku enggak beli makanan lagi sih. habisnya sayang banget mau ninggalin penampilan dari kelas-kelas yang lainnya wk. jadi ya gitu, aku enggak bisa bahas bazar ini terlalu jauh. cukup sampai disini..../sobs/

Mungkin itu yang bisa aku ceritain tentang pensiku. singkat sih, tapi menurutku itu udah intinya. kkk. Pas mau pulang, aku yaah dengan malu-malu nyuruh temenku biar mz mau foto sama aku. meskipun kaki udah bener-bener gemeteran ( ini suer enggak bohong), aku paksain. dan hasil fotonya......benar-benar mengecewakan teman-teman. aku senyum lebaaar banget sedangkan miza kayak senyum-senyum miris dan enggak ikhlas. jujurya, aku pengennya dia biasa ajalah. kalo dia enggak suka aku ya, yaudah biasa aja. enggak usah pake ngehindar dari aku gitulah wk. tapi......bener-bener bahagia bisa foto sama mz. beneran kayak mimpi aku berani foto sama dia. ini baru foto sama mz udah sebahagia gini, gimana kalo aku foto sama 2PM ? wks, bisa mati kali. udah ah, aku mau share fotonya, tapi please jangan ngeliat fotoku sambil bilang miris juga kali. wks. yuk diliat yuk

yang 2 cewek itu MC nya. kanan mirza, kiri isna. tapi yang tenngah itu adek kelas. ceritanya mereka lagi nggombalin adek kelas itu wk.

yak, narsis bentar ya wk. dari kiri della, esty, aku, inneke (twinku)

dua cowok paling eksis di kelasku=)) dari kiri samuel sama deva

band 9-6. kurang drummernya nih, enggak keliatan-_- ini pas nyanyiin lagu pertama. Paramore-The Only Exception

Nambah vokalis dan gitaris. lagu kedua. Paramore-Decode. menurutku penampilan kedua ini lebih keren dari yang pertama

dan ini foto terakhir.......

finally....muka ku kumus. uelek. kuetok bahagia. tapi di sisi sebelahnya....senyuman miris dan enggak ikhlas. wk, behno. dimohon enggak ngeliat orang yang disebelah kiri, dijamin enggak tega ngeliatnya.


wk, finally selesei juga. meskipun enggak bisa secara rinci tapi, well okay. beginilah aku. bye bye guys, peace love and keep kece ;333333333


Kamis, 02 Mei 2013

Silent Reader

Hi. well, Now i wanna discuss about Silent Reader. yeah, fyi, i have post 2 fan fiction, right ? im proud with myself hahahah. ignore it. but.....i wanna you (my blog's reader) to comment on my fan fiction. i wanna know how is your reaction, or your critic and bla-bla-bla. so....please comment something on my fan fiction, k ?:) thank you before.

but.....if you won't to comment something, it's okay. im still happy, you wanna read my fan fiction :)

so bye bye guys, peace love and keep kece :33333333333333333

Sabtu, 27 April 2013

STAY AWAY #4

Hohoho, someone miss me? nothing ? okay. lets die together haha. just kidding bro. sorry i cant post my ff (although none read my ff. /sobs) as fast as i can, cause yeah i have a national exam but don't worry, finally i passed it. oh, thanks God. Love you, and Love y'all. so...it's time to post my ff.


STAY AWAY
Part 4
Lee Ji Eun
Park Jiyeon
Jang Wooyoung
Lee Junho

**
            “Ji Eun-aah, Saranghaeyo.
            Ji Eun yang masih terbujur kaku, bahkan lebih kaku daritadi mulai mencoba berbicara.
            “Andwae. Kau tidak boleh mencintaiku,” Wooyoung yang mendengar ucapan Ji Eun, langsung melepaskan pelukannya dan  bertanya kepada Ji Eun,
            “Wae? Wae? Waeyooo? Aku membutuhkanmu, Ji Eun,”
            “Tapi, Jiyeon lebih membutuhkanmu daripada aku. Lebih baik, kau memilih Jiyeon daripada aku.”
            “Jiyeon lagi ?! aku kan sudah bilang, aku hanya mencintaimu Ji Eun,”
            “ara. Ara.tapi Jiyeon...” Belom selesai Ji Eun menyelesaikan kata-katanya, Wooyoung memotong perkataan Ji Eun.
            “JI EUN-AAAAHHH, SARANGHAEYOOOOOOO !”
            Ji Eun kaget. Kali ini, Ji Eun bingung dnegan perasaannya sendiri. Ia harus memilih Jiyeon atau Wooyoung. Tapi, kali ini Ji Eun yakin dengan perasaannya. Dengan lirih, Ji Eun menjawab,
            “Na..Na..nado saranghaeyo,”
            Wooyoung yang menantikan jawaban itu, langsung bersorak gembira mendengar jawaban Ji Eun. Sebenarnya Ji Eun hanya merasa kecewa pada Wooyoung karena ia telah dicampakkan tapi dibalik itu semua Ji Eun masih menyimpan semua masa-masa bersama dengan Wooyoung bahkan ia masih mecintai Wooyoung.
            “AAAAAAAAAAAAAAAAAAH~ Aku tau, kau masih menyukai ku Ji Eun. Ji Eun, Saranghaeyo,”
            “Nado saranghaeyo!” jawab Ji Eun tegas. Tapi sejujurnya, Ji Eun merasa telah berkhianat atas janjinya dengan Jiyeon.
            “Ji Eun, kamu mau menjadi Yeoja chingu ku ?”
            “Ne,” jawab Ji Eun dengan tersenyum. Dan Ia bersyukur karena ia bisa menjadi yeoja chingu, namja yang memang masih ia cintai.
            “Gomawo, Ji Eun.” Wooyoung mencium pipi Ji Eun, tapi kali ini tidak ada amarah dari Ji Eun.
            “Ji Eun, aku akan mengantarmu ke apartement. Kajjah,”
**
            Sesampai di depan pintu apartement Ji Eun, untuk ketiga kalinya Wooyoung mencium pipi Ji Eun.
            Ji Eun masuk ke dalam apartement dengan wajah yang berbinar-binar. Di sisi lain, Jiyeon menanti Ji Eun dengan raut muka marah. Ji Eun yang melihat raut muka Jiyeon langsung menggoda Ji Eun.
            “Jiyeon, kau kenapa ? kau laparr yaa ?”
            “anyio.” Jawab Jiyeon ketus
            “kau, marah padaku ?” tanya ji Eun.
            “MENURUT MU BAGAIMANA ? KAU MENGKHIANATI JANJI KITA BERDUA ! SEBENARNYA, YANG EGOIS ITU AKU APA KAUU ?!”
            “Maksudmu apa, Jiyeon ?”
            “Kau tidak usah berpura-pura. Aku melihat semuanya ! saat kau dipeluk Wooyoung, saat Wooyoung menolak cintaku, saat Wooyoung menanyakan tentang ciumanmu dengan dia kemarin, dan saat Wooyoung menyatakan cintanya padamu ! aku melihat itu semua ! kau berkhianat !”
            “Mianhae, Jiyeon. Tapi sebenarnya aku masih ada rasa kepada Wooyoung. Mianhae,”
            “Kalau kau masih ada rasa kepada Wooyoung, kenapa kau tidak jujur saja padaku ? ”
            “Aku juga bingung terhadap perasaan ku ini Jiyeon. Kadang aku merasa menyukai Wooyoung, tapi terkadang aku merasa tidak akan menyukai Wooyoung lagi. Dan lebih pentingnya lagi, Aku takut menyakitimu,”
            “KAU BENAR-BENAR LABIL ! jangan menjadi seperti anak-anak, bersikaplah dewasa
! dan asal kau tau, ini malah menyakitiku ! ingat itu ! dan, kontrak reality show mu dengan Wooyoung aku berhentikan !”
            “MWOO ?!”
            “Ne ! “
            “Tapi, aku mulai menikmati syuting itu,” raut muka Ji Eun kembali sedih,”
            “Araso. Dan sebagai gantinya, aku akan menyetujui cinta kalian berdua. Chukkae,” Jiyeon tersenyum tulus setelah mengatakan itu.
            “Jiyeon, jinjjayo ?” tanya Ji Eun tak percaya
            “Ne. Aku sudah mengikhlaskan cintaku. Memang benar, takdir tidak akan menyatukan aku dan Wooyoung. Tapi aku akan bahagia, asalkan Wooyoung dan kau juga bahagia. Chukkae,” Ji Eun tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jiyeon. Kemudian Ji Eun menangis dipelukan Jiyeon.
            “Ji Eun, aku akan mencari pengganti Wooyoung. Kau tidak perlu takut aku merebut Wooyoung lagi.” Kata Jiyeon
            “Gomawo, Jiyeon. Aku tidak percaya kau akan berbuat seperti ini. Mianhae, karena aku, kau sudah...”
            “Cukup Ji Eun. Aku tau bahwa endingnya akan seperti ini. Wooyoung berjodoh Ji Eun sedangkan aku akan berjodoh dengan orang lain. Takdirku memang hanya menjadi fangirlnya saja. Kau tidak perlu meminta maaf padaku. Kau melakukan ini karena kau dan Wooyoung saling mencintai.”
            “Gomawo, Jiyeon. Aku sangat bersyukur memiliki manager dan sahabat seperti mu.”
**
            Beberapa hari setelah Jiyeon merelakan cintanya, Jiyeon pergi ke Indonesia untuk melanjutkan bisnis batiknya disana. Sebelum Jiyeon pergi, Ji Eun dan Wooyoung mengantarkan Jiyeon ke bandara.
            “Jiyeon, jagalah kesehatanmu. Semoga bisnismu akan lancar. Hwaiting !”
            Wooyoung melanjutkan, “Ne, Jiyeon. Kau juga harus secepatnya menemukan jodoh. Hehe,”
            “Kyaa, maksudmu apaa ?! gara-gara Ji Eun, aku tidak berjodoh denganmu.” Jawab Jiyeon dengan nada bercanda.
            “MWO ?” tanya Ji Eun
            “Anyio. Aku hanya bercanda hehe. Ohya Ji Eun, apa kau tidak mencari  manager pengganti ku ?”
            “Andwae. Kau selamanya akan menjadi managerku. ,”
            “Mwooo ?! ah malas sekali,” jawab Jiyeon masih dengan nada bercanda.
            “Kau jahat sekali, Jiyeon. Untuk sementara, aku dan Wooyoung berbagi manager hehehe,”
            “Oh begitu. Wooyoung-ah, jagalah Ji Eun ! jangan sampai kau mencampakkannya lagi !”
            “Ne ! tapi kenapa kau tau?”tanya Wooyoung bingung
            “ah aku mendengar pembicaraan kalian.”
“Aaah dasar stalker” kata Wooyoung bercanda
“YAAA ! maksudmu apaa ?”
“Hanya bercanda, Jiyeon hehe,”
“Dasar ! Okay. Saatnya aku masuk. Annyeong kyeseyo. Kita akan bertemu nanti, beberapa tahun lagi ! annyeong !”
            “Annyeong !” jawab Ji Eun dan Wooyoung serempak.
            Sebelum Jiyeon masuk kedalam, mereka bertiga menyempatkan diri untuk berpelukan. Sampai pada akhirnya, mereka harus berpisah untuk sementara.
**
            13 Tahun kemudian...
            “Ji Eun-ah, cepat sedikit ! Jiyeon akan datang sebentar lagi. Kita harus memberikannya sambutan yang meriah. Kajja !”
            “Tunggu ! aku masih mendandani, Jiyoung. Nah selesei !”
            Beberapa menit kemudian...TING TONG !”
            “Jiyeon, selamat dataaaaanggg, bogoshipo !”
            “aah Ji Eun,Wooyoung nado bogoshipo. Dan ini siapaaa ? anakmu dan Wooyoung ? aah kyeoptaaa,”
            “Ne. Ini anakku dan Wooyoung. Namanya Jang Jiyoung. Jiyoung, ucapkan salam kepada tante Jiyeon.”
            “Ne, umma. Annyeong haseyo. Naneun Jang Jiyoung imnida.”
            “Ahh kyeoptaa. Dan perkenalkan, ini suami mu. Heheheh. Namanya Lee Junho.”
            “Kau tidak mengundang kami di pernikahanmu, Jiyeon-aah ?” kata Wooyoung.
            “Mianhae, Wooyoung. Aku takut kalian tersesat di Indonesia.”
            “hahah dasar, kau tetap saja tidak berubah.” Kata Wooyoung.
            “Lee Junho, kau orang korea juga ?” tanya Ji Eun
            “Ne. Aku dan Jiyeon dipertemukan oleh teman-teman ku di Indonesia,”
            “Oh, begitu. Okaay, sekali lagi Chukkae~.”
            “Gomawo,”
            Kemudian Wooyoung, Ji Eun, dan Youngji mengucapkan “Lee Junho, Park jiyeon, selamat datang lagi di koreaaaaaa !”
            “Ne, ne ne gomawooo.”
            “Dan sebagai hadiahnya, mari kita makan-makan bersama. Aku sudah membuatkan kalian makanan yang paling enaak. Kajjaa”
            Pada akhirnya, semua bersenang-senang. Jiyeon-Lee Junho, Wooyoung-Ji Eun. Bukankah Tuhan memang sudah mengatur jodohnya masing-masing ?

~THE END~

How is it ? hahah that's right. it's not good. nghh next time i will try to make a good fan fiction.  thankyou for reading my fanfiction. byeee~ peace love and keep kece:3333

Minggu, 24 Maret 2013

2PM_COMEBACK TRAILER

pls look forward for my oppars's cb guys. i believe it will be very awesome ! the most awesome cb in dis year !!!!!

KIM MINJUN
NICHKHUN BUCK HORVEJKUL
OK TAECYEON
JANG WOOYOUNG
LEE JUNHO
HWANG CHANSUNG

fighting !!!! dunt keep calm 'cause dis is 2PM's cb guys !!!!!!! 2013 is my oppars's year !

HOTTEST<3

Wanna watch it? click dis --> 2PM COMEBACK TRAILER

Senin, 11 Maret 2013

STAY AWAY #3


STAY AWAY
Part 3
Lee Ji Eun
Park Jiyeon
Jang Wooyoung

**
            PLAAAK ! tamparan  yang cukup keras melayang di pipi chubby Wooyoung. Yah. Ji Eun menampar Wooyoung setelah terbujur kaku.
            “Kau...kau...kau kenapa mencium ku haah ?! kau tak punya etikaaa ?!”
            “anyio, tidak seperti itu,”
            “sudah cukup ! aku tidak ingin mendengar alasanmu ! mulai saat ini, aku benar-benar sangat BENCI PADAMU !!!”
            “Ji Eun-aaah,”
            Ji Eun melepaskan jaket Wooyoung dan berlari sekencang-kencangnya. Marah, kesal, Shock campur menjadi satu. Perhatian Wooyoung ke Ji Eun memang membuat Ji Eun sedikit luluh, tapi dengan ciuman? Ji eun sangat tidak suka ! Ji Eun berlari ke apartement dengan menahan semua amarahnya.
            Sesampai di apartement, Ji Eun langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur. Tapi, itu sia-sia saja. Ji Eun tidak bisa tidur. Sampai pukul 04.00 a.m Ji Eun tetap terjaga. Apakah Ji Eun memikirkan kejadian waktu di taman tadi ? entah.
**
            Sampai pagi tiba, Ji Eun masih memikirkan kejadian kemarin. Bahkan emosinya harus membut Jiyeon ketakutan.
            “Ji Eun-aah, apa kemarin tidur mu tak nyenyak ? kantung matammu benar-benar besar,”
            “Anyi ! sudahlah, cepat kita berangkat ke lokasi syuting,”
            “A..a..a..rasoo,”
**
            Sesampainya di lokasi syuting, semua sudah siap, hanya tinggal melakukan pengambilan gambar saja.
            “Ji eun, Wooyoung. Ready, Go !” Syuting dimulai.
Tapi, sepertinya syuting hari ini benar-benar buruk. JI Eun dan Wooyoung terlihat sangat canggung dan lebih parahnya lagi sutradara sepertinya menyadari semua itu sehingga ia lebih sering marah-marah.
            “YAAA ! Ji Eun. Hari ini kau kenapaaa ?!”
            “Anyio, hanya saja aku merasa capai, sutradara,”
            “AISSH JINJJA. Kau juga Wooyoung, hari ini kenapa kau tidak agresif ? padahal kau selalu agresif kepaa Ji Eun?”
            “Aku juga kecapai an, Ahjussi.”
            “Capaaai ? aku juga capai ! ah hentikan saja Syuting hari ini. Kita lanjutkan besok saja. Dan untuk kalian berdua, Ji Eun dan Wooyoung. Beristirahatlah yang cukup, kita besok mulai syuting lagi. Mengerti ?”
            “Araso,” Jawab Wooyoung dan Ji Eun serempak.
**
            Saat akan pulang, tiba-tiba Wooyoung memanggil Jiyeon.
            “Jiyeon !”
            “Ah, ne ? waeyo, oppa ?” Jiyeon sangat senang karena dia dipanggil oleh Wooyoung.
            “Kau maukan pulang bersama ku ? ajaklah Ji Eun juga,”
            “Pulang bersama, oppa ? jinjja ? NE ! aku akan mengajak Ji Eun,”
**
            Di dalam mobil, Ji Eun harus menahan kesabarannya. Kalau saja bukan Jiyeon yang meminta, dia tidak akan mau pulang bersama Wooyoung apalagi naik mobilnya Wooyoung.
**
            Sesampainya di depan apartement, Ji Eun meminta ijin kepada Jiyeon untuk berjalan-jalan sebentar.
            “Jiyeon, aku mau jalan-jalan ke taman. Jaga apartement,”
            “Kau mau jalan-jalan lagi? Kau tak bosan ?”
            “Anyi.”
            “Yasudah aku jaga rumah saja.Ji Eun, ucapkan terima kasih dulu kepada Wooyoung !!!” tapi Ji Eun sudah terlanjur berjalan jauh, dan tidak mendengar apa yang dikatakan Jiyeon sama sekali.
            Wooyoung melihat Ji Eun berjalan ke arah taman bukan ke arah masuk apartement. Dengan cepat,Wooyoung mengejar Ji Eun, tapi dengan cepat Jiyeon menarik tangan Wooyoung.
            “Kau tidak mau mampir ke apartement ku ?” tanya Jiyeon manis.
            “Anyio. Gomawo,” Dengan tergesa-gesa Wooyoung mengejar Ji Eun tapi lagi-lagi Jiyeon menarik tangan Wooyoung.
            “Oppa, benarkah kau tak ingin mampir?”
            “Ne,” Wooyoung gelisah mencari Ji Eun yang mulai tak keliatahan batang tubuhnya.
            “Oppa! Kau kenapa begitu khawatir ? kau mengkhawatirkan, Ji Eun ?”
            “Ne. Waeyo ?”
            “Kau tak usah mengkhawatirkannya !” Ucap Jiyeon keceplosan.
            “Kau bicara apa, Jiyeon. Aku hanya ingin mengejar Ji Eun !” Kali ini Wooyoung berhasil lolos dari tarikan tangan Jiyeon.
            Dengan suara lirih, Jiyeon berkata, “Oppa-aah, Kajima,”
            Tapi, Jiyeon tidak diam saja melihat wooyoung dan Ji Eun akan berjalan-jalan berdua. Jiyeon mengikuti kemana Wooyoung akan mengejar Ji Eun.
**
            Setelah mencari-cari Ji Eun, Akhirnya Wooyoung menemukannya. Wooyoung berhasil meraih tangan Ji Eun.
            “Ji Eun-aah, Jika kau mau jalan-jalan ke taman. Ajaklah aku,”
            “Waeyo ?”
            “aah Anyio,”
            Kali ini, Ji Eun mau bejalan-jalan di taman bersama Wooyoung meskipun Ji Eun masih marah atas apa yang terjadi kemarin malam.
            “Ji Eun, mianhae,”
            “Mwo ?”
            “Mianhae, aku mencium mu kemarin malam,”
            “aku sudah melupakan itu. Mianhae. Aku mau balik ke apartement. annyeong”
 Jiyeon yang mendengar perkataan Wooyoung sangat shock. Dia tidak pernah berfikir bahwa ternyata Wooyoung mencium Ji Eun. Dan kini Jiyeon tau, Wooyoung menyukai Ji Eun bukan Dia. Ini membuat perasaan Jiyeon sedih lagi dan marah.
**
            Sesampainya di apartement, Ji Eun kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Jiyeon.
            “Ji Eun, boleh aku bertanya sesuatu ?”
            “Tentu. Mwo ?”
            “Kau suka Wooyoung kan ?” DEG ! jantung Ji Eun berdegup kencang.
            “Anyio. Aku tidak menyukai Wooyoung,”
            “Kalau begitu, jauhi Wooyoung !”
            “Maksudmu apaa ? kau kan yang menyuruhku melakukan acara reality show itu?”
            “Yah, aku yang menyuruh mu itu,”
            “Terus kenapa aku tidak boleh dekat dengan Wooyoung ?”
            “Kau boleh berdekatan dengan Wooyoung saat syuting saja. Saat tidak syuting kau tidak boleh berdekatan dengan Wooyoung. Mianhae Ji Eun, aku egois.”
            “Kau benar-benar Fangirl yang freak !”
            “Ne, Waeyo ?!” bentak Jiyeon.
            “Jiyeon ! aku melakukan semuanya untukmu ! aku melakukan semua apa yang kau mau ! kali ini, aku benar-benar muak denganmu !  terserah kau sajalah !”
            “Ji Eun, aku tau aku egois. Mianhae. Tapi aku sangat menyukai Wooyoung meskipun takdir tidak akan menyatukan kita !”
            “Terserah kau saja ! aku muak denganmu ! aku mau ke taman !”
            “Kau mau ke taman untuk bertemu dengan Wooyoung?”
            “ANYIO ! aku tidak akan bertemu Wooyoung !”
            Lagi-lagi, Jiyeon mengikuti Ji Eun.
**
            Saat di taman, Ji Eun kaget. Ternyata Wooyoung masih ada di taman. Ketika melihat JI Eun, Senyum yang sangat manis terpancar dari bibir Wooyoung.
            “ji Eun, kau kesini karena ingin bertemu denganku kan ?”
            “Anyio,”
            “Terus kau kenapa kesini ?”
            “Moodku hanya sedang hancur saja. Dan jalan-jalan di taman adalah obatnya.”
            “Apakah aku juga obatmu, Ji Eun ?”
            “Kau jangan bodoh. Mana ada orang yang paling kubenci adalah moodboster ku.”
            “Mianhae.”
            Suasana kembali menjadi hening. Sedangkan Jiyeon yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan amarahnya.
            Ji Eun dan Wooyoung sama-sama diam. Sampai Wooyoung menanyakan pertanyaan yang selalu membuat Ji Eun bingung.
            “JI Eun-aah, kau jangan diam begini,”
            “Kenapa aku harus berbicara dnegan orang yang aku benci,”
            “Kau benar-benar benci padaku ?”
            “NE !”
            “Kau jangan begitu Ji Eun-aah ! aku sangat menyukai mu ! perasaanku padamu tidak akan pernah pudar !”
            “Aku juga menyukai mu, tapi itu sebelum kau mecampakkanku 4 tahun lalu.
            “kau masih mengingat kejadian itu ?”
            “NE !”
            “Mianhae Ji Eun. Dulu aku memang sempat mencampakkanmu, selingkuh di belakangmu, dan bahkan membuat hati mu sedih. Aku benar-benar minta maaf, kejadian itu berada di luar dugaanku,”
            “Bagaimana bisa kejadian itu semua berada diluar dugaanmu ? kau tak pandai berbohong Wooyoung,”
            “Mianhaaaee. Ji Eun-aah, maukah kau kembali kepadaku ? aku membutuhkanmu,”
            “Aku tidak mau kembali padamu ! aku tidak mau sakit karenamu untuk kedua kalinya dan aku juga tidak mau menyakiti hati Jiyeon !”
            “Jiyeon ? Jiyeon kenapa ?”
            “Jiyeon menyukaimu ! dia hampir pshyco karena menyukaimu!”
            “Tapi, hatiku ini hanya untukmu Ji Eun !”
            “Sudah cukup ! aku tidak ingin menyakiti Jiyeon ! aku sangat sayang padanya !”
            “Tapi Ji Eun...”
            “Cukup. Jika kau bertemu denganku hanya ingin membicarakn ini, lebih baik aku tidak pernah bertemu dengan mu !”
            “AKU SUKA PADAMU, JI EUN ! AKU TIDAK SUKA PADA JIYEON ! ”
            “Hentikaaaan !”
            “JI EUN ! AKU MENYUKAIMU ! DAN AKU YAKIN, PERASAANMU PADAKU JUGA SAMA ! KITA BERPACARAN SELAMA 5 TAHUN, TAK MUNGKIN KAU BISA MELUPAKANKU SECEPAT INI !” DEG ! Ji Eun shock mendengar perkataan Wooyoung. Sebenarnya, Ji Eun juga bingung dengan perasaannya Sendiri.
            “Wooyoung ! hentikaaaaan ! Jiyeon lebih menyukai mu daripada aku ! aku hanya ingin menghargai Jiyeon ! itu saja !”
            Jiyeon yang mendengar percakapan antar Ji Eun dan Wooyoung itu sedikit kagum dengan sikap JI Eun. Kini Jiyeon tau, sebenarnya Ji Eun sangat menyayangi Jiyeon sampai-sampai dia mau melakukan vareality show itu. Jiyeon tidak pernah berfikir bahwa Ji Eun akan berbicara seperti itu kepada Wooyoung. Kali ini, Jiyeon percaya bahwa Ji Eun memang teman terbaiknya.
**
            “Wooyoung, sebaiknya kau lebih memilih Jiyeon daripada aku !”
            “tapi aku tidak menyukai Jiyeon.”
            Tanpa menjawab Wooyoung,  Ji Eun berlari kembali ke apartement, tapi karena Wooyoung berlari dengan cepat, Wooyoung dapat meraih tangan Ji Eun dan langsung memeluk JI Eun.
            “Ji Eun, kajima. Aku hanya menginginkan kamu,”
            Ji Eun hanya bisa berdiri dengan kaku. Bukan kaku karena udara yang sangat dingin itu, tapi karena pelukan Wooyoung yang membuat aliran darahnya itu berhenti.
**
            Di sisi lain, Jiyeon yang awalnya mulai percaya kembali kepada Ji Eun, kembali marah karena Wooyoung yang memeluk Ji Eun. Dengan keras, Jiyeon berteriak.
            “JI EUN ! KAU MENGINGKARI JANJIMUUUUUUUU !”
            Sambil menangis, Jiyeon kembali pulang ke Apartement.

~to be continue~

Jumat, 01 Maret 2013

STAY AWAY #2

It's time to post nae fan fiction. hmm....because i hv some activities out there, but i'll  promise to always post my fan fiction yeah although no one read my fan fiction. ah... i wanna cry nw:( my way to becoming a professional writter is still sooooooooo far......... aaah i wanna cry for the second time:( well.... enjoy it. keep calm and stay read my fan fiction:)


STAY AWAY
Part 2

Lee Ji Eun
Park Jiyeon
Jang Wooyoung

**
            Setelah kemarin terjadi kesalah pahaman dengan Jiyeon, Ji Eun membungkam mulutnya untuk tidak berbicara dengan Jiyeon.
            Beberapa  menit kemudian syuting dimulai. Syuting berjalan tanpa hambatan, hanya saja perasaan Ji Eun yang aneh ini membuat kenyamanan Ji Eun saat syuting agak terganggu. Saat syuting, sering sekali Ji Eun mengacuhkan perhatian dari Wooyoung bahkan tidak tersenyum sama sekali, hanya saat camera menghadap ke Ji Eun, Ji Eun memberikan senyuman kecut.
**
            “CUT ! syuting hari ini cukup sampai disini saja. Gomawo kalian telah bekerja keras. Fighting!” Ujar para kru.
            Tanpa Ji Eun sadari, ternyata Wooyoung melihat semua kelakuan aneh Ji Eun hari ini. Wooyoung ingin menyenangkan hati Ji Eun dengan mengajak Ji Eun termasuk para kru  untuk makan malam bersama.
            “Semuanya, maukah kalian makan bersama ? aku sudah menyuruh managerku untuk menyiapkan itu semua. Oeteokke ?” Dengan serentak, semua menjawab iya kecuali Ji Eun.
**
Sesampainya di restoran yang dimaksud Wooyoung, ternyata benar saja. Manager Wooyoung sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari makanan, minuman, tempat duduknya pun sudah diatur.
Saat Ji Eun tau bahwa ia harus semeja dengan Wooyoung, dia merasa sangat tidak bernafsu untuk makan. Ji Eun dan Wooyoung sama-sama diam, tanpa bicara satu kata pun. Malam itu Ji Eun merasa, Wooyoung yang diam dan tidak banyak omong ini sedikit keren.
Sesudah semua makanan habis tanpa bersisa, semua kru termasuk Ji Eun dan Jiyeon, pulang kembali ke apartement masing-masing.
**
            Sesampainya di apartement, Ji Eun meminta ijin kepada Jiyeon untuk jalan-jalan sebentar di taman.
            “Jiyeon, aku mau jalan-jalan sebentar di taman. Perasaan ku hari ini sangat  kacau. Aku ingin menjernihkan pikiranku,”
            “Ne, Ji Eun. hati hati. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku,”
            “araso,”
**
            Suasana taman saat itu sangat sepi. Hanya Ji Eun dan beberapa orang saja yang berada di taman itu. Karena tidak ada orang yang bisa diajak Ji Eun bicara, Ji Eun memutuskan untuk diam tanpa kata, tapi...
            “Annyeong haseyo, kau  tidak kembali ke apartement mu ?” suara Namja  yang sama seperti kemarin malam, tapi kali ini suaranya lebih lembut.
            “Ne, waeyo?!” Ji Eun menjawab perkataan Wooyoung dengan ketus. Yah namja itu memang Wooyoung.
            “Anyio. Maukah kau berjalan-jalan sebentar denganku ? aku butuh teman,”
            “Teman ?kau punya banyak teman di 2PM !” Lagi-lagi Ji Eun menjawab pertanyaan Wooyoung dengan ketus.
            “Aku butuh teman. Yeoja, bukan Namja. Maukan? Kali ini aku tidak akan memaksamu.” Suara Wooyoung benar-benar lembut malam itu, dan itu membuat hati Ji Eun luluh untuk pertama kalinya semenjak kejadian itu.
            Dengan lirih, Ji Eun menjawab “geude..”
            Satu kata yang diucapkan Ji Eun itu membuat Wooyoung Tersenyum. Ji Eun yang sempat melihat Wooyoung tersenyum, Ji Eun berfikir, “Aah sudah lama aku tak melihat senyuman hangatmu itu, Jang Wooyoung,”. Mereka berdua akhirnya berjalan-jalan berdua tanpa berbicara sepatah kata pun. Sunyi. Sesunyi suasana malam itu. 
            Udara taman saat itu sangat dingin. Ji Eun yang hanya memakai baju tipis itu kedinginan. Melihat Ji Eun yang kedinginan itu, Wooyoung langsung mencopot jaketnya dan memakaikannya ke Ji Eun.
            Ji Eun kaget melihat apa yang dilakukan Wooyoung. Dengan sedikit merasa kagum, Ji Eun bertanya kepada Wooyoung.
            “Wae ? kenapa kau melakukan ini kepadaku ?” Kali ini suara Ji Eun lebih halus, tak seketus tadi.
            “Anyio. Aku hanya tak ingin melihatmu kedinginan.”
            “Kau bohong !”
            “Kenapa aku harus berbohong kepada wanita yang aku cintai ?”
            Ji Eun tersontak kaget mendengar ucapan Wooyoung. Wanita yang aku cintai ? Ji Eun semakiin bingung. Ji Eun kemudian hanya bisa diam.
            “Ji Eun-aah, kau tak ingin kembali padaku,?”
            Untuk yang ketiga kalinya, Ji Eun tersontak kaget. Ji Eun tidak tau harus berbicara apa.
            “Ji Eun-aah, Kau jangan diam saja,”
            “Kenapa aku harus bicara, kalau aku tidak ingin untuk berbicara ?” Perkataan Ji Eun kembali ketus.
            “Ji Eun, kali ini aku benar-benar serius. Aku sudah berubah.”
            “Wooyoung, aku tidak peduli kau sudah berubah ataupun belum berubah. Aku tidak peduli,”
            Setelah Ji Eun mengucapkan perkataan itu, suasana kembali menjadi hening. Saat-saat itu membuat Ji Eun  mengingat perjanjiannya dengan Jiyeon. Kali ini, Ji Eun berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melukai hati Jiyeon.
            Saat Ji Eun memikirkan janjinya dengn Jiyeon, tiba-tiba Wooyoung mencium pipi Ji Eun. Ji Eun harus kaget untuk keempat kalinya. Ji Eun terdiam kaku. Ji Eun tidak bisa bergerak.
            Apakah yang akan dilakukan Ji Eun selanjutnya ?

~To Be Continue~

Ah... it's to short, right ? hmm i'm sorry, but on my next Fan fiction i'll do the best kkkk.

Bye bye guys, peace love and keep kece:3333333333

Rabu, 20 Februari 2013

STAY AWAY #1

i'm back, nae Fans kkkk~~ i know you always miss me.
Today, i will share my fan fiction again. kkkk. this is my old fan fiction, so i'm sorry if it's a little bit freak and whatever yeeeeah because this is the first fan fiction i wrote. kkk hope you like it. keep calm and stay read my fan fiction B)

STAY AWAY
PART 1
Lee Ji Eun
Park Jiyeon
Jang Wooyoung
Hwang Changsung (cameo)


**        “Ji Euuuuuun-aah, palli ! Itu 2PM,” teriak Jiyeon
            “Waeyo?”
            “Palli-aah ! it’s time to 2PM !” teriak Jiyeon bersemangat.
            “YAA ! sekali lagi kau berbicara tentang 2PM, kau akan kupecat !” bentak Ji Eun
            “Mianhae, Ji eun. Aku tak bermaksud seperti itu!” Ucap Jiyeon dengan sedih.
            Beginilah yang sebenarnya. Manager Ji eun, Jiyeon, memang sangat menyukai boy band 2PM. Apalagi salah satu member dari 2PM, Jang Wooyoung ! Jujur saja, Ji Eun memang sangat tidak suka atau lebih disebut dengan anti dengan boy band 2PM ini. Bahkan ia sangat risih kalau nama boyband ini disebut-sebut.
**
            “Ji eun ! aku mau ke supermarket depan apartement. Jaga rumah sebentar yah,”
            “Ne, jiyeon,”
            Yaaay ! Akhirnya Ji Eun merasa lebih tenang setelah tidak mendengar teriakan histeris dari yeoja satu itu. Tapi, Tiba-tiba Handphone Ji Eun berbunyi.
            Dengan malas-malasan, Ji Eun menjawab Telephone, “Yebeoseyo ?”
            “Ah Annyeong Haseyo, naneun Hwang Chansung Imnida. Saya adalah produser dari acara variety show ‘You and I’. Bolehkah saja mengkonfirmasi sedikit  dengan anda, Ji Eun ?
            “Ne, Waeyo ?”
            “Begini Ji Eun, kamu tetap menyetujui acara mu dengan wooyoung 2PM kan ?”
            “Ne? Menyetujui acara ku dengan wooyoung ? sejak kapan ?” Tanya Ji Eun bingung.
            “Anda lupakah ? Jiyeon pernah menyetujui acara ini. Dia bilang, Ji Eun pasti akan sejutu juga. Oetteoke ? anda masihh setuju kan ?”
            “Mak...mak...maksud anda apa, ahjussi, ?”
            “Ne, Jiyeon telah menyetujui acara anda dengan wooyoung 2PM ini sebelumnnya bahkan pihak dari 2PM juga menyetujuinya. Saya menelpon anda hanya untuk memastikan saja. Oeteokke? Anda setuju, Ji Eun ?”
            Dengan sedikit membentak, Ji Eun berkata, “SHIREO, AHJUSSI ! MIANHAE !”
            Tut tut tut tut tut ! Telephone antara PD Chansung dengan Ji Eun terputus. Ji Eun lah yang memutuskan telephone itu. Ji Eun sedikit merasa kesal dengan Ji Yeon karena dia dengan mudah menyetujui perjanjian itu, padahal Jiyeon tau bahwa Ji Eun sangat benci dengan semua member 2PM terutama Jang Wooyoung

**
            “Annyeong Haseyo. Jiyeon pulaaaaaangg !” Teriakan Jiyeon yang riang dan tanpa berdosa itu membuat Ji Eun semakin marah. Tanpa basa-basi, Ji Eun langsung mencaci maki Jiyeon yang baru pulang dari supermarket.
            “YAAA ! Jiyeon ! kenapa kau menyetujui itu ?! kau tau kan, aku sekarang sangat anti dengan 2PM !”
            “Mwo? Aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan itu, Ji Eun ?”
            “Jiyeon, kau sudah menyetujui acara variety show ku dengan Wooyoung kan ? aisshh jinjja,”      
            “Ahh, soal itu. Mianhae, Ji Eun-aah. Kau tau kan aku sangat menyukai Wooyoung, jadi dengan polosnya aku menyetujui itu. Mianhaee,”
            “Dengan polosnya ? aisshh jinjja. Harusnya kau pikir itu dua kali Jiyeeeon ! dasar, babo !”
            “Mianhaaaee. Tapi Ji Eun, kau sangat tau sifatku kan ? aku sangat menyukai wooyoung, jadi semua yang berkaitan dengan wooyoung aku setujui. Mianhaaaeee,”
            “Egois sekali kau Jiyeon, sampai-sampai menjadikan aku sebagai korbannya”
            “Mianhae, Ji Eun. Meskipun ini hanya menguntungkan ku, kau mau kan bekerja sama dengan wooyoung ? cukup sekali ini sajaaa, jebaaaall”
            “Mwooo ?! SHIREO !”
            “Jebal, dan mianhae,”            suara Jiyeon yang meminta-meminta itu sedikit membuat hati Ji Eun luluh.
            “GEUDE ! aku akan melakukannya, asal kau senang saja ! tapi ingat, cukup sekali ini saja !” Akhirnya, Ji Eun menyetujuinya, meskipun Ji Eun merasa sangat kesal !
            “Gomawo Ji Eun-aah,”
            Dengan cepat, Jiyeon menelphone PD Chansung. PD Chansung mengatakan bahwa besok langsung akan dilaksanakan syutingnya.
            Karena masih merasa kesal kepada Jiyeon, Ji Eun sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan Jiyeon, bahkan Ji Eun lebih memilih jalan-jalan keluar daripada mendengar ocehan Jiyeon.
**
            Sesampai di taman, Ji Eun benar-benar merasa sedikit lebih baik. Ji Eun mencoba semua permainan di taman itu. Mulai dari ayunan, perosotan, dan lain-lainnya. Ini membuat Ji Eun kembali ke masa kecilnya sebelum menjadi artis yang sangat menyenangkan. Saat Ji Eun sedang asyik-asyiknya membayangkan betapa asyiknya masa kecilnya dulu, tiba-tiba Ji Eun harus bertemu dengan orang yang ia benci.
            “Lama tidak  berjumpa Ji Eun,” Suara itu, benar-benar. Sudah pasti dengan mudahnya Ji Eun mengenali suara itu. Yah, namja itu adalah Jang wooyoung.
            “MWO ?! kenapa kau disini?” Ji Eun merasa kaget dan ini membuat mood Ji Eun kembali turun.
            “Anyia. Hanya jalan-jalan sebentar. Kau mau kutemani bermain disini ?”
            “SHIREO !”
            “Waeyo ? daripada disini sendirian lebih baik berdua kan ?”          
            “ANDWAE ! kau pergi saja ! aku malas melihatmu !”
            “Malas ? gara-gara acara baru kita itu ? aissh Jinjjayo ?”
            “NE ! WAEYO?” bentak Ji Eun.
            “Anyio. Kalau begitu, jalan-jalan denganku sebentar yuk. Kajja,”
            “SHIREO ! bertemu denganmu saja membuat moodku hancur, apalagi jalan-jalan denganmu. SHIREOOO !”
            “sudahlah, Kajja,”
            Tanpa memikirkan jeritaan Ji Eun yang meronta-ronta tidak mau, Wooyoung tetap mengajak Ji Eun berjalan-berjalan. Bahkan dengan santainya Wooyoung memasukkan tangan Ji Eun kedalam sakunya.
            “YAA ! maumu apa ? keluarkan tanganku, aku benci dibeginikan olehmu!”
            “Kau benci aku beginikan ? jinjja ? sejak kapan kau berubah? Waktu kita masih ...” Belum sempat Wooyoung meneruskan omongannya, Ji Eun sudah memotongnya.
            “Cukup ! itu sudah masa lalu, lupakan !”      
            “Masa lalu ? apakah ini bearti perasaanmu ke aku sudah masa lalumu juga, Ji Eun ?”
            “Sudah kubilang cukup ! aku mau kembali ke apartementku saja !”
            “Ji Eun-aaah, kajimaa. JI EUN-AAAH,”
            Dengan menahan kekesalannya, Ji Eun berlari pulang ke apartement. Tanpa Ji Eun dan Wooyoung sadari, ternyata Jiyeon daritadi melihat semua kejadian itu. Jiyeon merasa sedikit sedih ketika melihat Wooyoung dan Ji Eun Berjalan-jalan bersama.
**
            Sesampainya di apartement, Ji Eun mendapati Apartement itu kosong tanpa Jiyeon. Tapi tak lama kemudian, Jiyeon masuk ke apartement dengan matanya yang sedikit sembab. Ji Eun mengetahui bahwa Jiyeon habis menangis, dengan sedikit khawatir, Ji Eun bertanya kepada Jiyeon.
            “Gwaenchana? kamu habis menangis ?”
            “Gwaenchana, Ji Eun. Hanya saja, bolehkan aku bertanya kepadamu ?”
            “Ne,”  
            “Ji Eun, apakah kamu menyukai Wooyoung ?” Pertanyaan Jiyeon membuat Ji Eun sedikit tersentak. Tapi dengan tegas, Ji Eun berkata,
            “Anyio! Aku takkan menyukainya lagi !”
            “Lagi? Maksudmu, kau pernah menyukainya, Ji Eun ?”
            “Ah a..a..a..nyio,” bibir Ji Eun bergetar menjawab pertanyaan Jiyeon
            “Kalau begitu, kamu mau kan berjanji agar tidak pernah menyukai wooyoung selamanya ? kau tau kan, aku sangat ingin menjadi Yeoja Chingu nya Wooyoung. Meskipun itu tidak mungkin,” Pertanyaan ketiga dari Jiyeon membuat Ji Eun tersentak lagi. Ji Eun bingung akan menjawab apa. Ji Eun juga merasa bingung, kenapa dia begitu kaget mendengar perkataan dari Jiyeon padahal jelas-jelas Ji Eun tidak menyukai Wooyoung.
            Dengan bibir yang bergetar Ji Eun berkata, “ah ne...”
            Tapi, dari hati yang paling dalam Ji Eun merasakan sedikit perasaan sedih setelah menjawab pertanyaan Jiyeon. Ji Eun berfikir, apakah ini Benci menjadi Cinta ? molla, tiada orang yang tau.

~To be Continue~

Oeteokkhe ? yeaah i know, my fan fiction always freak like me. kekkek. wait for the second part:)
bye bye guys, peace love and keep keceeeeeeeeeee ':333333333333333333